PEPENKRIS TAHUN 2018

Kembali kita memasuki Pekan Pendidikan Kristen (Pepenkris) Tahun 2018. Pepenkris adalah waktu untuk berefleksi. Terutama, bagi kita semua keluarga, gereja, maupun sekolah Kristen di lingkungan Sinode GKJ dan GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah. Melalui Pepenkris, kita diingatkan tentang pentingnya karya kesaksian dan pelayanan di bidang pendidikan. Baik itu karya pendidikan dalam keluarga, gereja, sekolah, tempat kerja maupun di ruang publik.

Tahun ini, kegiatan Pepenkris dilaksanakan dengan tema “Belajar Bijak di Zaman Campur-Aduk”. Melalui tema ini kita diajak untuk memberi perhatian pada dua hal. Pertama, menyegarkan kembali penghayatan bahwa pendidikan Kristen hakikatnya adalah pelayanan pendamaian. Karena itu karya pendidikan haruslah merupakan ikhtiar untuk “menghasilkan” duta-duta pelayanan pendamaian. Yaitu, pribadi-pribadi yang siap-sedia memulihkan, merawat dan mengembangkan aneka relasi dengan cara-cara yang baik, demi terwujudnya kebaikan bersama. Hal ini amat relevan, terutama di zaman campur-aduk sekarang ini.

Kedua, kita perlu membiasakan diri menumbuh-kembangkan sikap bijak. Itu merupakan keniscayaan. Karena, di balik pesatnya kemajuan teknologi informasi-komunikasi sekarang ini, ternyata tersimpan “bom waktu” yang mengerikan. Yaitu, masyarakat cenderung makin ‘kaya informasi’ tapi ‘miskin kecakapan hidup hakiki’. Kemiskinan itu tampil dalam bentuk, misalnya: tak mampu mengembangkan dimensi afektif, kehilangan cita rasa historis, kehilangan perspektif hidup, kehilangan kemampuan bersikap jernih, kehilangan kemampuan membangun persaudaraan sejati, minim dedikasi untuk memperjuangkan kebaikan sejati tanpa pamrih, dll. Ringkasnya, masyarakat kita mengalami defisit sikap bijak.

Itulah sebabnya, melalui momen sepekan, kita akan  menggumuli tema tersebut di atas. Kiranya itu memotivasi kita untuk senantiasa membiasakan diri bersikap bijak di zaman campur-aduk. Hal itu kita upayakan melalui pendidikan dalam keluarga, gereja, sekolah, tempat kerja maupun di ruang publik.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyiapan buku pedoman Pepenkris ini. Secara khusus, kami berterima kasih kepada Bapak Pdt. Aris Widaryanto; Pdt. Agus Wijaya; Pdt. Wiji Astuti; Pdt. Wisnu Sapto Nugroho; Pdt. R. Tyas Budi Legowo dan Pdt. Setyo Pranowo.

Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersedia ambil bagian dalam Pepenkris tahun ini.  Kiranya Tuhan dimuliakan.

Salatiga, Juli 2018

Pengurus LP3S

 

Dr. Bambang Suteng Sulasmono,M.Si.

Ketua

Bahan Pepenkris Tahun 2018 dapat di unduh disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *